Cara Pengolahan dan Manfaat Umbi Porang

| | 0 Comments
Porang

Bibit porang kini banyak dicari di pasar. Hal ini dikarenakan banyak petani yang mulai banting stir menjadi pembudidaya porang. Porang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Peluang bisnis porang sangat besar. Umbi dari tanaman ini bisa dimanfaatkan menjadi banyak olahan makanan. Di pasar dunia, Jepang menjadi pengimpor porang yang cukup besar. Di sana, porang dimanfaatkan sebagai bahan masakan. Biasanya, diubah menjadi mi, bola-bola bakso, dan lain sebagainya.

Kisah Sukses Petani Porang

Beberapa tahun lalu, seorang pemulung asal Jawa Timur, yaitu Paidi mendadak menjadi miliader. Dia berhasil mengembangkan tanaman ubi porang dan mengekspornya ke Jepang. Berkat budidaya tanaman yang memiliki nama latin Amorphophallus muelleri ini, Paidi dapat menghasilkan laba bersih sampai Rp 700 juta dalam sekali panen.

Paidi tahu potensi porang dari seorang teman. Lalu, dia mencari ilmu mengenai porang melalui internet. Pencariannya itu membuahkan hasil, bahwa porang adalah bahan mentah yang dibutuhkan oleh pasar dunia.

Setelah sukses, Paidi mendirikan Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes di desanya. Bumdes itu membantu petani mengelola porang sejak dari bibit porang hingga panen dan distribusi pemasaran. Sebab kesuksesannya itu, Paidi sempat diundang di stasiun TV nasional seperti TV Kick Andy dan Hitam Putih. Selain itu, Paidi juga membagikan ilmu budidaya porang ini di channel YouTube miliknya. Mungkin dia berharap banyak pula petani yang bisa meraih sukses dalam budidaya porang seperti dirinya.

Peluang Bisnis Porang

Porang telah menjadi komoditi unggulan provinsi Jawa Timur. Bahkan bisa dibilang hampir 90 % umbi porang dari sana di ekspor ke luar negeri. 

Harga porang pernah mencapai 2.500 per satu umbi dengan berat 4 kg. Menurut hitungan dan perkiraan matematis, biasanya 100 pohon porang dapat mengasilkan sebanyak Rp 1 juta. Jadi, untuk luas satu hektar yang bisa ditanam 6.000 bibit pohon porang, kemungkinan dapat menghasilkan sampai 24 ton. Ini dihitung melalu penghitungan 6.000 bibit pohon porang dikali 4 kg. Hal itu berarti, dalam perhitungan yang masih kasar, dalam satu hektar tanah bisa menghasilkan kurang lebih Rp 60 juta.

Dilansir dari situs Kementrian Pertanian Republik Indonesia, tanaman porang memiliki nilai bisnis yang tinggi. Tak tanggung-tanggung, bahkan nilai ekspor tahun 2018 mencapai Rp 11,31 miliar per 254 ton. Kini, ditulis dari laman modalrakyat.id, sekilo umbi porang bisa dihargai Rp 4.000 di pasar domestik. Sementara apabila ekspor harganya bisa mencapai Rp 14.000. Ini tentu adalah peluang usah yang menjanjikan.  

Bagaimanapun porang memang dibutuhkan sebagai bahan untuk banyak olahan makanan. Tanaman yang memiliki kandungan glucomannan ini memiliki banyak manfaat. Di antara olahan itu adalah untuk bahan baku pembuatan lem, penjernih air, kosmetik, dan teping.

Glucoman merupakan serat alami yang bisa larut di air. Bahan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pengental dan emulsifier yang bisa dijadikan untuk bahan pembuat lem ramah lingkungan. Di Indonesia daerah yang menjadi sentra pengolahan tepung porang adalah Madiun, Maros, Wonogiri, Bandung, dan Pasuruan.

Khasiat Porang

Selain memiliki nilai jual tinggi, ternyata porang mempunyai khasiat kesehatan yang banyak pula. Ditulis oleh Tagar.id, porang memiliki khasiat unuk kesehatan.

  1. Mengendalikan kadar kolestrol

Kandungan glukomanan yang ada dalam pirang berperan penting dalam proses pengurangan kolestrol tubuh. Jadi, konsumsi porang sangat efektif untuk menjaga kadar kolestrol agar tetap ideal.

  • Mengatasi Sembelit

Konsumsi porang ampuh mengatasi kondisi susah buang air besar. Kandungan serat yang ada ada dalam umbi porang efektif melancarkan feses dan kerja usus.

  • Mencegah dan Mengatasi Diabetes

Mengonsumsi porang dapat membantu mengendalikan kadar gula dalam tubuh. Selain itu, kandungan serat yang cukup banyak pada umbi porang dapat menimbulkan efek kenyang yang lebih lama.

  • Mencegah Kanker

Karena memiliki kandungan serat yang cukup, porang dipercaya dapat mencegah penyakit berbahaya seperti kanker usus.

Membuat Kripik Porang

Umbi porang bisa diolah langsung menjadi produk makanan. Produk yang bisa dihasilkan dari porang adalah kripik. Ada empat tahap yang dilakukan untuk membikin kripik porang.

  1. Perendaman
  2. Penjemuran
  3. Pengukusan
  4. Penggorengan

Potong-potong porang kemudian cuci menggunakan air mengalir. Lalu, lakukan perendaman selama 3 – 4 hari. Diperlukan penggantia air secara rutin setiap harinya. Setelah melewati proses perendaman, porang siap dicuci dengan air mengalir. Setelah itu tiriskan dan rendamlah poran menggunakan air garam serta diluluri abu kemudian rendam selama 2 – 3 hari. Setelah itu porang kembali dibersihkan menggunakan air mengalir.

Jika seluruh tahap itu telah dilakukan, waktunya porang dijemur selama  3 – 4 hari. Porang yang selesai dijemur kemudian dikukus selama 3 jam sebelum kembali dijemur selama 3 – 4 hari. Ini digunakan agar porang memilik tekstur kering. Setelah semuasanya selesai, gorenglah porang hingga menjadi kripik porang yang lezat dan nikmat disantap.

Pembuatan kripik porang ini dijelaskan dalam Jurnal Karinov Vol. 3 No. 1 tahun 2020 yang ditulis oleh Khurin Wahyuni dan tiga kawan lainnya.

**

Jika setelah membaca artikel ini Anda tertarik untuk ikut serta membudidayakan porang, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit porang unggulan dan terpercaya. Bibit porang yang unggul sangat berpengaruh pada hasil panen yang maksimal. Apabila  Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat